20 September 2026

Anies ke Makassar, Gerakan Rakyat Sulsel Perkuat Konsolidasi dan Matangkan Arah Politik 2029

Makassar, Aspirasi Warga, -Kunjungan Anies Rasyid Baswedan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/9/2026), menjadi momentum bagi jaringan Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat (PGR) untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan arah perjuangan menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Dalam kunjungannya, Anies menghadiri silaturahmi bersama jajaran pengurus, kader, relawan, dan simpatisan Gerakan Rakyat di Makassar. Ia juga meresmikan penggunaan kantor Sekretariat DPD Partai Gerakan Rakyat Kota Makassar di kawasan Paropo, Kecamatan Panakkukang.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah pengurus dan relawan yang sebelumnya tergabung dalam jaringan pendukung Anies pada Pilpres 2024 kembali berkumpul dalam wadah organisasi yang kini berkembang menjadi partai politik.

Namun, Anies tidak secara khusus berbicara mengenai pencalonan dirinya pada Pemilu 2029. Dalam kesempatan tersebut, ia justru menekankan pentingnya memperluas jangkauan Gerakan Rakyat dan memperbesar kontribusinya terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Saya sampaikan terima kasih teman-teman di Gerakan Rakyat yang sudah memfasilitasi sehingga niat-niat baik untuk kemasyarakatan ada wadahnya,” kata Anies.

Ia berpesan agar Gerakan Rakyat tetap menjaga kerukunan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Menjaga kerukunan, menjangkau semua karena kita berharap gerakan perubahan makin hari makin bisa menjangkau semuanya,” ujarnya.

Menurut Anies, persoalan sosial yang dihadapi masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, ia berharap Gerakan Rakyat tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi mampu mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat.

“Sedang banyak masalah sosial hari ini dan saya berharap teman-teman di ormas Gerakan Rakyat bisa berbuat lebih banyak lagi supaya meringankan beban masyarakat,” tuturnya.

# Dari Gerakan Relawan ke Partai Politik

Kunjungan Anies tersebut berlangsung ketika Gerakan Rakyat sedang mengalami transformasi organisasi. Jaringan yang sebelumnya banyak diisi oleh relawan pendukung Anies pada Pilpres 2024 kini dikembangkan ke dalam struktur politik formal melalui Partai Gerakan Rakyat.

Partai Gerakan Rakyat dideklarasikan pada Januari 2026 setelah sebelumnya berkembang dari organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat.

Secara nasional, partai tersebut menyatakan tengah membangun struktur organisasi di berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.

Di Sulawesi Selatan, Ketua DPW Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, mengatakan proses pembentukan struktur organisasi terus berjalan.

Menurut Asri, basis awal organisasi tersebut berasal dari simpul-simpul relawan yang terlibat dalam Pilpres 2024.

“Basis dari Gerakan Rakyat itu ya elemen relawan sejak Pilpres 2024. Nah, itu kemudian yang kita bangun komunikasi, mencoba memasukkan dalam struktur,” kata Asri.

Ia mengatakan proses tersebut diarahkan untuk membangun organisasi politik yang lebih permanen dengan mengandalkan jaringan masyarakat di tingkat akar rumput.

Asri menyebut administrasi kepengurusan PGR di Sulsel telah mencakup 18 DPD kabupaten/kota. Sejumlah daerah lain, seperti Toraja, Toraja Utara, Luwu Utara, Enrekang, dan Selayar, masih dalam proses penyelesaian.

Sementara di Kota Makassar, struktur DPC disebut telah terbentuk di seluruh kecamatan dan menargetkan terbentuk hingga DPRt di tingkat Kelurahan.

“Insya Allah kita akan terus berjuang mengkonsolidasikan kekuatan sembari menunggu proses legalitas partai selesai. Makassar adalah wajah Sulsel. Karena itu gaung perubahan harus kita menangkan dari kota ini,” kata Ketua DPD PGR Kota Makassar, Firdaus Malie.

Firdaus menyambut kedatangan Anies sebagai momentum untuk menghidupkan kembali semangat jaringan relawan yang terbentuk sejak Pilpres 2024.

“Kami rindu Abah. Kami kuat karena Abah. Selama ini kami menantikan Abah hadir langsung di sini, menyegarkan kembali semangat kami untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan bangsa. Alhamdulillah, hari ini terwujud,” ujarnya.

# Anies dan Arah Politik 2029

Di tengah proses konsolidasi tersebut, PGR Sulsel secara terbuka menyatakan masih mendorong Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

Asri Tadda mengatakan semangat tersebut merupakan kelanjutan dari basis perjuangan yang telah terbentuk sejak Pilpres 2024.

“Semangatnya sama. Kita mau partai ini, organisasi ini menjadi kendaraan politik buat Pak Anies bisa menjadi the next president,” kata Asri.

Menurut dia, posisi Anies dalam struktur partai masih menunggu proses resmi organisasi. Sementara di organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat, Anies tercatat sebagai anggota Kehormatan.

Asri mengatakan keputusan mengenai arah politik partai, termasuk soal pencalonan presiden, nantinya akan dibahas melalui forum resmi partai setelah seluruh proses administrasi dan legalitas selesai.

Ia menyebut Rapimnas direncanakan menjadi forum untuk mengambil keputusan mengenai arah politik Partai Gerakan Rakyat, termasuk kemungkinan pengusungan calon presiden.

“Setelah status badan hukum resmi diperoleh, Partai Gerakan Rakyat berencana menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Forum tersebut akan menjadi ajang penetapan keputusan resmi arah politik partai, termasuk pengusungan capres,” ujar Asri.

Partai Gerakan Rakyat sebelumnya juga telah menyatakan dukungan terhadap Anies sebagai figur yang diharapkan maju pada Pilpres 2029.

# Tawarkan Model Partai Berbasis Gotong Royong

Selain agenda politik, Asri menyampaikan bahwa PGR ingin membangun model organisasi politik yang berbeda dari pola partai konvensional.

Ia menyebut partai tersebut dibangun dari jaringan masyarakat dan relawan dengan mengedepankan transparansi serta keterbukaan.

“Ini partai gotong royong, murni dari rakyat dan elemen relawan. Partai ini dibangun dengan standar dan aturan baru yang transparan,” ujar Asri.

Menurut dia, keterbukaan pengelolaan organisasi dan keuangan menjadi bagian dari upaya membangun partai yang tidak bergantung pada kepentingan kelompok tertentu.

Ia menyebut pengurus pusat PGR berkomitmen membuka laporan keuangan secara berkala melalui kanal digital partai.

“Kami ingin membangun model partai yang benar-benar dimiliki rakyat, bukan oligarki,” tegasnya.

Asri juga mengatakan jaringan PGR di Sulsel telah mendapat respons masyarakat, termasuk melalui aktivitas di ruang digital. Jumlah anggota yang bergabung disebut telah mencapai ribuan, meski pendataan masih berlangsung seiring proses rekrutmen organisasi.

Ia mengaitkan potensi basis tersebut dengan jaringan pendukung Anies pada Pilpres 2024. Namun, menurutnya, jumlah pemilih Anies tidak dapat secara otomatis disamakan dengan jumlah anggota partai.

# Menatap Basis Politik Sulsel

Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah yang dianggap penting dalam konsolidasi Gerakan Rakyat karena memiliki jaringan relawan yang cukup besar sejak Pilpres 2024.

Asri mengatakan jaringan tersebut kini diarahkan untuk membangun kekuatan politik di berbagai tingkatan, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.

“Target utama kita tentu memenangkan Pak Anies dan mengisi slot kursi di DPR RI, DPRD Provinsi, hingga DPRD Kabupaten/Kota, serta melahirkan kepala-kepala daerah dari kader terbaik,” kata Asri.

Ia menyebut PGR juga ingin menyiapkan kader untuk mengisi ruang kepemimpinan di tingkat daerah.

Namun, seluruh agenda tersebut masih bergantung pada proses pembentukan dan pemenuhan persyaratan partai politik untuk mengikuti Pemilu 2029.

Di tingkat nasional, PGR menyatakan tengah menyelesaikan struktur organisasi serta proses administrasi sebagai bagian dari tahapan menuju legalitas partai. Di Sulsel, situs resmi PGR menyebut organisasi tersebut telah memiliki struktur pada 18 DPD kabupaten/kota dan 110 DPC tingkat kecamatan.

# Pesan Anies: Jangan Hanya Bicara Politik

Di tengah ambisi politik menuju 2029, pesan Anies di Makassar justru lebih banyak diarahkan pada kerja sosial.

Ia mengingatkan agar Gerakan Rakyat tidak hanya menjadi kendaraan politik, tetapi tetap menjadi wadah masyarakat untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat langsung.

Anies juga menilai masyarakat Sulawesi Selatan memiliki karakter yang tangguh dan memiliki semangat perubahan.

“Saya melihat masyarakat Sulawesi Selatan itu tangguh dan ingin melakukan perubahan,” katanya.

Ia berharap semangat tersebut dapat difasilitasi melalui Gerakan Rakyat sehingga organisasi tersebut mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Pesan itu kemudian diteruskan Asri kepada jajaran pengurus dan simpatisan.

“Pesan khusus dari Pak Anies yaitu rangkul sebanyak mungkin, jangkau seluas mungkin, dan tetap rukun. Ikhtiar untuk merubah bangsa ini harus melibatkan banyak orang. Tidak ada yang sempurna di antara kita, jadi harus saling menyempurnakan,” ujar Asri.

Dengan demikian, konsolidasi Gerakan Rakyat di Sulsel tidak hanya diarahkan pada pembentukan struktur partai, tetapi juga pada upaya mempertahankan jaringan sosial yang telah terbentuk sejak Pilpres 2024.

# Momentum Politik Sulsel

Kunjungan Anies berlangsung ketika Sulawesi Selatan juga tengah menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian pemerintah pusat.

Pada Selasa (15/9/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memimpin rapat koordinasi persiapan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Sulsel yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Salah satu agenda yang disiapkan adalah peresmian Program Sekolah Rakyat.

Situasi tersebut membuat dinamika politik dan pemerintahan di Sulsel berlangsung hampir bersamaan. Di satu sisi, pemerintah daerah mempersiapkan agenda kunjungan kepala negara dan program pemerintah pusat. Di sisi lain, jaringan politik yang berakar dari Pilpres 2024 mulai mengonsolidasikan diri menghadapi tahapan politik berikutnya.

Dalam konteks itu, kehadiran Anies di Makassar menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi.

Bagi Gerakan Rakyat dan PGR Sulsel, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyegarkan kembali jaringan relawan, memperkuat struktur organisasi, dan menyampaikan pesan tentang arah perjuangan politik menuju 2029.

Namun, sebagaimana ditegaskan pengurus PGR Sulsel, keputusan formal mengenai pencalonan presiden tetap akan ditempuh melalui mekanisme resmi partai setelah proses legalitas dan konsolidasi organisasi selesai.

Sementara bagi Anies, pesan yang disampaikan di Makassar lebih luas, bahwa gerakan perubahan tidak cukup hanya dibangun melalui kontestasi elektoral, tetapi juga harus hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Jangkau semuanya,” pesan Anies.

Di tengah persiapan menuju Pemilu 2029, kalimat itu kini menjadi salah satu pesan yang dibawa kembali oleh jaringan Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan. (*)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *